<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681</id><updated>2011-04-21T14:02:58.006-07:00</updated><title type='text'>isyqi_arrahman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681.post-116045823257015756</id><published>2006-10-09T21:51:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T22:30:33.033-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;BUBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bubar di sini jangan diartikan bubar secara denotatif. tapi ini singkatan yang populer di kampusku: Buka Bareng. acara bubar ini bisa dikatakan sudah mentradisi di masyarakat kita. semua institusi, organisasi, kelompok, perkumpulan, gerombolan, atau bahkan geng pertemanan semua sibuk mengagendakan acara bubar. persoalannya adalah kenapa ini jadi mentradisi dan seakan sudah menjadi 'kewajiban' bagi muslim indonesia untuk mengadakannya. ga afdhol katanya klo ga ada acra buka bareng. mungkin esensi dari acara bubar itu bagus, untuk silaturahim, mempererat hubungan antar orang, dan bersama2 mensyukuri nikmatnya kesempatan berbuka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang meresahkanku adalah format acara bubar yang banyak kujumpai sekarang ini. banyak dari acara itu yg sifatnya hedon (bubar di cafe-cafe dengan biaya yang lebih dari biasanya, dg menu yg komplit plit), porsi terbesarnya untuk having fun, dan yang lebih parah adalah: menomorduakan kewajiban2 utama sebagai seorang muslim: sholat. pernah kujumpai acara bubar yang tetap menyelenggarakan acara (sepertinya untuk sharing2 dan sejenisnya) sampai melewati waktu sholat isya dan tarawih, padahal masyarakat sekitar sedang menyelenggarakan tarawih di mushola yang jaraknya hanya dua rumah dari tempat bubar. sangat disayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ada memang beberapa acara bubar yang formatnya cukup bagus, semisal diselenggarakan di panti asuhan, dengan anak jalanan (istilahnya: bubar on the road), atau acara bubar untuk kalangan sendiri tapi dengan kemasan yang islami (ada kajiannya, disediakan tempat sholat yang layak, tarawih bareng di tempat). konsep bubar semacam ini bagus menurutku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapi ada hal lain yang menurutku pantas dicermati: acara bubar ini biasanya terlalu banyak menguras energi kita. acara bubar yang OC-nya ditangani org luar tetap saja memakan energi, minimal untuk perjalanan ke tempat bubar yg biasanya jauh dari rumah/kos, apalagi acara yg OC-nya ditangani sendiri: harus masak2, nyiapin tempat, ngonsep acara, dsb.  ada temanku yg kelelahan akibat banyaknya acara bubar yg dia ikuti, baik dia jadi peserta ataupun panitia. apalagi untuk aktifis da'wah kampus, berjenis-jenis acar bubar mesti ia ikuti: acara bubar Rohis, BEM, senat, dekanat/prodi, rektorat, angkatan, kelompok studi, kelompok halaqoh sendiri dan yg dihalaqohi, dan sederet perkumpulan lain yg ia ikuti. bisa2 habis tu waktu ramadhan untuk acara bubar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan biasanya, akibat energi kita yg terkuras ini, kita jadi telat tarawih (bahkan ada yg ga tarawih saking capeknya), mengurangi waktu tilawah kita, dan waktu ibadah kita yg lain akibat kecapean. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kalau memang banyak energi kita terlalu terserap, padahal acara bubar ini bukan hal yg wajib, apa mesti acara ini kita tradisikan terus menerus? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku sendiri dah bertekad, untuk ramadhan ini meminimalkan seminimal-minimalnya ikut acara bubar. ramadhan tahun lalu sudah kurasakan betapa melelahkannya acara bubar di mana2 yg mesti kuikuti. bagaimana dengan Anda?? ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;em&gt;(maybe this is the last posting before iedul fitri. jumpa lagi habis ied, insya Allah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;em&gt;optimalkan ramadhan, moga gapai lailatul qodarnya)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31838681-116045823257015756?l=isyqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/116045823257015756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31838681&amp;postID=116045823257015756&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/116045823257015756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/116045823257015756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/2006/10/bubar-bubar-di-sini-jangan-diartikan.html' title=''/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681.post-115978279043006441</id><published>2006-10-02T02:39:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T02:53:10.450-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;1st ARUPS Congress&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(sebenernya sudah lama nulis ini. tapi baru kali ni minat mempublish disini, krn inget bbrp temen yg dari dulu pengin denger cerita ttg acr ini tp blm sempat kuceritakan detail. sory klo lama nunggu…^_^.  juga yg sabar bacanya...buanyak banget soale..)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1-2 Agustus 2006 kemarin, alhamdulillah aku berkesempatan mengikuti 1st ARUPS CONGRESS di hotel Shangri La, Jakarta. Kongres yang dihandle oleh pengurus HIMPSI (Himpunan Masyarakat Psikologi Indonesia) Pusat ini sekaligus menjadi momen penandatanganan deklarasi berdirinya ARUPS (ASEAN Regional Union of Psychological Societies) atau Himpunan Masyarakat Psikologi se-Asia Tenggara. Pendirian ARUPS ini sendiri awalnya diprakarsai oleh presiden HIMPSI, Dr. Rahmat Ismail, yang kemudian diamini oleh presiden Psychological Association of The Philippines, Dr. Allan B. I. Bernardo; presiden Malaysian Psychological Association, Prof. Dr. Mahmood Nazar Mohamed; dan presiden Thai Psychological Association, Prof. Soree Pokaeo, Ph.D. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya ARUPS ini telah mendapat ‘restu’ dari IUPsyS (International Union of Psychological science) dengan hadirnya Executive Board Member of IUPsyS, Dr. Elizabeth Nair (dari Singapura). Para peserta kongres ini meliputi para psikolog dan ilmuwan psikologi dari berbagai daerah di Indonesia, juga perwakilan dari Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Sebagai ‘bonus’, panitia juga mengundang mahasiswa di beberapa kampus dalam negeri untuk menghadiri kongres ini, masing-masing 2 perwakilan. Aku kebetulan ‘dihadiahi’ undangan ini oleh ketua DeMaPsi (BEM-nya psikologi UNDIP), bersama komting 2004, p-man. Kesempatan yg langka, maka aku menyambut tawaran ini dengan antusias. Sayang sekali, ada beberapa kampus yang tidak mengirimkan delegasinya untuk mengahadiri kongres ini. Aku hanya bertemu temen-temen dari UI, UGM, UNPAD, UNAIR, UNS, UNTAR (Univ. Tarumanegara) Jkt, UII, Univ Gajayana Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jkt, dan beberapa temen mahasiswa dari UKM (Universitas Kebangsaan Malaysia). Padahal undangan lebih dari itu, maka beruntunglah temen-temen dari UI yang diminta datang secara mendadak untuk mengisi jatah kursi-kursi yang kosong, free tentunya :). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tema kongres kali ini adalah ”STANDARDIZATION, NETWORKING, AND IMPROVEMENT OF THE PSYCHOLOGICAL SERVICES IN ASEAN”. Dalam kongres tersebut, secara keseluruhan ada 23 sesi/forum diskusi + wellcoming dinner, opening ceremony dan closing ceremony. Di hari pertama, 1/8/06, ada 12 sesi diskusi yang diselenggarakan di 4 ruangan (Ballroom, Sumatera Room, Java Room, dan Sulawesi Room), sedang di hari ke-2 ada 11 sesi. Peserta dipersilakan memilih mengikuti sesi mana yang diinginkan. Sesi ke-1 dijadwalkan pkl 08.30-10.00, sesi ke-2 pkl 10.30-12.00, sesi ke-3 pkl 13.30-15.00, dan sesi ke-4 pkl 15.30-17.00. Semua sesi/forum mempergunakan bahasa inggris, kecuali 1 sesi terahir di sulawesi room. Tapi syukurlah, semua yang di sana berlidah asia, jadi logat inggris-nya masih jelas kedengaran di telinga. yang bahasa inggrisnya sedang2 saja pun masih bisa mengikuti pembicaraan/diskusi dengan lancar. Yah, tapi kadang yang keberatan ngomong inggris dipersilakan menggunakan bahasa inggris campuran atau bahasa Indonesia. Wah, agak miris juga nih melihat fakta bahwa mahasiswa-mahasiswa kita masih banyak yang belum bisa bhs Inggris, di era globalisasi gini gitu loh....!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut yang tersebut di undangan, sebenernya mahasiswa diundang hanya untuk sesi Student Forum yang dijadwalkan 3 kali, satu sesi di sore hari tanggal 2/8, dua lainnya masing2 pada sesi ke-1 dan ke-2 tanggal 2/8. tapi, pada kenyataannya kami diperbolehkan mengikuti semua sesi dari opening ceremony sampai closing ceremony. Sayang sekali aku baru tahu ini setelah sampai di tempat acara pada sore hari tanggal 1/8, padahal temen2 dari UI dan UGM dan beberapa temen lain udah nongkrong di sana sejak opening ceremony pagi harinya. Yah, tidak masalah, masih ada hari kedua, jadi aku niatkan untuk mengikuti full agenda di hari kedua itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena aku baru ngikuti sesi di hari pertama pas sore hari, aku tidak bisa cerita banyak tentang rangkaian acara sebelum itu. Yg jelas di jadwalnya tertera ada opening ceremony di sesi pertama, dilanjutkan sesi-sesi di 4 ruang (Ballroom, Sumatera Room, Java Room, Sulawesi Room). Di Ballroom diselenggarakan diskusi dengan tema ”PSYCHOLOGY SCIENCE &amp; PRACTICE: CURRENT CONDITION IN ASEAN COUNTRIES” pada sesi ke-2, ”ASEAN CURRENT MAGNITUDE ISSUES: THE ROLE OF PSYCHOLOGY IN CONFLICT &amp;amp; TERRORISM ISSUES” pada sesi KE-3, dan PRACTITIONER GATHERING pada sesi ke-4. Di Java Room, pada sesi ke-2 tema diskusinya ”ETHICAL ISSUES ON PSYCHOLOGICAL PRACTICES”, sesi ke-3 untuk menyusun ”ARUPS ACTION PLAN AND MOU”, dan pada sesi ke-4 untuk menyusun ”ARUPS STANDING POINT”. Di Sumatera Room ada diskusi dg tema ”PUBLIC POLICY AND LEGAL ISSUES ON COUNTRY AND REGIONAL STANDARIZATION” DI SESI KE-2, ”THE ROLE OF PSYCHOLOGY IN DISSASTER MANAGEMENT” pada sesi ke-3, dan pada sesi ke-4 ada student forum dg tema ”THE FUTURE OF PSYCHOLOGY IN ASEAN”. Dan di Sulawesi Room ada dIskusi dg tema ”PSYCHOLOGICAL SOCIETIES PREPAREDNESS TOWARD REGIONAL STANDARIZATION”, sesi PRACTITIONER GATHERING, dan INVITED SCHOLAR. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di hari ke-2, di ballroom ada diskusi2 dg tema “NETWORKING TO IMPROVE SERVICES”, dan “HR ISSUES” (PRACTITIONER GATHERING). Di java room ada “PSYCHOLOGICAL EDUCATION (PREPARING QUALIFIED PSYCHOLOGIST)”, “STANDARIZING OF PSY CURRICULUM IN UNIVERCITIES IN ANTICIPATING GLOBALIZATION ERA”, “THE IMPORTANT OF NETWORKING IN DEVELOPING B ETTER OUTPUT OF RESEARCH”. Di sumatera ada diskusi “WHAT KIND OF PSYCHOLOGIST IS NEEDED IN THE FUTURE”, “CROSS CULTURAL PSYCHOLOGY AS A BRIDGE TO UNDERSTAND OTHER BETTER”. Di sulawesi room ada diskuisi “PSYCHOLOGICAL FIELD STATE OF THE ART/RECENT DEVELOPMENT OF REGIONAL EACH ASSOCIATION” dan juga presentasi paper penelitian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(sengaja nih kutulis materi2 diskusi secara lengkap, biar jelas gambaran hal2 yg dibicarakan dalam kongres ini, terutama bagi temen2 psikologi..siapa tau terinspirasi tuk bikin seminar atau diskusi ttg topik yg sama di kampus masing2...)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;ku mengikuti sesi ke-4 di sumatera room yang mengambil tema ”THE FUTURE OF PSYCHOLOGY IN ASEAN”, dengan pembicara Prof. Dr. M. Noor Rachman Hadjam dari UGM. Inti dari materi diskusi tersebut adalah bahwa di masa sekarang dan yang akan datang, ada beberapa orientasi yang mesti diperhatikan oleh psikologi, yaitu: 1) multidisiplin (connected dg disiplin ilmu yg lain), kuncinya: research collaboration; 2) aplied (bisa diterapkan di masyarakat), kuncinya: competence advance; dan 3) kontekstual, kuncinya: cultural sensitiveness. Di sini juga banyak dibicarakan tentang pentingnya cross cultural psychology dan indigenous psy di ASEAN, karena ASEAN ini negeri dengan beragam budaya. Kita mestinya mulai mengambil langkah2 bertahap untuk ‘mengubah’ western psychology yang kental dengan nuansa behaviorisme dan kognitif, menuju eastern psychology yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di Asia Tenggara. Pak Djamaluddin Ancok ikut nimbrung diskusi dengan menambahkan bahwa beberapa konsep yang lebih sesuai untuk pengkajian eastern psychology misalnya FEELING (sebagai ganti ‘thingking’ dalam konsep western), MEDITATION, ESQ, EQ (sebagai ganti IQ), dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, tgl 2 Agustus, aku sudah nongkrong di tempat sekitar pkl 08.20. sesi diskusi baru dimulai sekitar pkl 08.45, molor 15 menit dari jadwal. Aku mengikuti sesi ke-1 (student forum) di sumatera room. Tema diskusi yg diambil adalah “WHAT KIND OF PSYCHOLOGIST IS NEEDED IN THE FUTURE” dengan pembicara Bpk Rahmat Ismail dan Prof. Soree Pokaeo (baca: sori pokeo). Diskusi berlangsung menarik dan lumayan akrab, ada canda tawa, ngga kaku gitu deh. Baik pak Rahmat Ismail maupun Prof. Soree Pokaeo ternyata bisa melucu. Pak rahmat mengisahkan cerita lucunya waktu beliau mengira prof. Soree mengatakan ”I’m sorry...”, padahal yang dimaksud Prof. Soree adalah ”I’m Soree” . Sedangkan prof. Soree membuat kami tertawa saat beliau mengucapkan ”liyam..”, padahal beliau bermaksud bilang ”ayam..”. Itu salah satu cerita candanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerita seriusnya, kami mendiskusikan tentang bagaimana masa depan psikologi, terutama di Asia Tenggara. Kedua pembicara tidak banyak memberikan hal-hal teoritis atau analisis yang sistematis mengenai masa depan psikologi di Asia Tenggara. Beliau berdua lebih banyak memotivasi kami para mahasiswa untuk bisa openmind di era globalisasi ini. Psikologi itu ilmu yang sangat luas, hampir semua bidang kerja manusia memerlukan psikologi, karena memang manusia itu lah yang dipelajari oleh psikologi. Di mana ada manusia, maka di sanalah diperlukan psikologi. Pak rahmat memberi ’petuah’ agar kami2 ini tidak berpikiran sempit, tidak memandang psikologi secara parsial. Maka kami diharapkan tidak kebingungan setelah nanti lulus dari psikologi, ”mau ngapain ya....??!”. Lahan psikologi terbentang luas di depan mata. Mau di bidang pendidikan, di media, di industri, di perusahaan, di organisasi2, jadi akademisi, jadi politikus, atau jadi businessman, buka biro konsultasi, jadi konselor, dsb...dsb...semua oke2 saja, ilmu kita dibutuhkan di sana. But, the problem is...kalau kita mempelajari begitu banyak disiplin ilmu (misal, psikologi komunikasi, psikologi industri, psikologi politik, dsb...), sedangkan disiplin ilmu tersebut sudah dipelajari secara mendalam oleh jurusan lain, kita akan terjebak menjadi generalis dan bukannya spesialis. Itulah salah satu hal yang menjadi diskusi hangat pagi itu. Itu juga yang menjadi pertanyaanku sudah sejak lama. Jawaban yang diberikan pak Rahmat tidak cukup memuaskan menurutku, beliau hanya mengatakan bahwa kita tidak perlu terlalu khawatir akan hal tsb. Justru dengan luasnya lahan kita itulah kita bisa mengembangkan diri dan ilmu kita di mana saja. yeah, well, memang tdak semua kita harus jadi ilmuwan psikologi sih. Jadi businesman boleh, jadi praktisi pendidikan boleh, dsb..dsb...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diskusi tersebut juga menyinggung sedikit tentang kurikulum pendidikan psikologi. Barangkali memang sistem/kurikulum pendidikan psikologi di Indonesia perlu terus diperbaiki. Sekarang ini lulusan S1 psikologi tidak berwenang menandatangani tes psikologi (ngetesnya boleh, interpretasinya ga boleh), tidak mendapat surat ijin buka praktek konsultasi, dan tidak diberi kewenangan lain terkait dengan penanganan penuh terhadap seorang klien. Untuk mendapat kewenangan tsb kita mesti ngambil program profesi yang sepaket dengan magister (jadi kalau lulus gelarnya psikolog + M.Psi), sedangkan biaya kuliah magister saat ini bukan main mahalnya. Di UI saja saat ini pendaftarannya sekitar 15 juta, semesterannya sekitar 8 juta. Wow!!. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai belahan dunia memang terdapat perbedaan sistem pendidikan psikologi ini. Mba moderator diskusi tersebut mengambil contoh sistem pendidikan psikologi di Canada, dimana psikologi itu dikategorikan sebagai profesi sebagaimana arsitek, pengacara, sehingga untuk mengambil jurusan psikologi seorang mahasiswa harus terlebih dulu meraih gelar sarjana muda dari disiplin ilmu tertentu (bisa ekonomi, komunikasi, hukum, dsb). Menurut cerita salah seorang temen yg kuliah di UKM (malaysia), di Malaysia tidak ada istilah psikolog, yang ada konselor. Karena standar yang berbeda ini, maka temen2 dari Indonesia yang kuliah di Malaysia tetap tidak memiliki kewenangan sebagaimana psikolog. Kalau ingin dapat gelar psikolog mereka tetep aja mesti ngambil profesi/magister dulu di Indonesia. Nah lo, repotnya! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata pak Rahmat sendiri sih memang HIMPSi juga terus melakukan usaha-usaha untuk memperbaiki baik sistem pendidikan psikologi maupun pelayanan psikologi di Indonesia. Sistem yang terbaru, yg menggunakan sistem magister, diberlakukan mulai 2004. yah, masih percobaan. Evaluasinya masih panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi diskusi dg pak Rahmat. Sedangkan Prof. Pokaeo yang ahli di bidang konseling ini banyak mengutarakan tentang ’kebijaksanaan2’ yg mesti dimiliki orang psikologi. Salah satunya, kita mesti memahami diri sendiri dulu sebelum bisa memahami dan menolong orang lain. Understand ourselves before understand others, begitu kata beliau. Aku jadi teringat sebuah ungkapan populer di kalangan psikologi, yang mengacu pada slogan terkenal sebuah majalah psikologi pertama di Indonesia: ’PSIKOLOGI UNTUK ANDA’. Slogan ini sering digunakan untuk apologi bagi orang psikologi yang tidak ’nyikologis’. ”lho, kan psikologi untuk anda, bukan untuk saya”, begitu kelit org2 psikologi yg tidak berperilaku sebagaimana layaknya org yang paham psikologi. Ya, mestinya psikologi memang tidak hanya untuk anda, tapi juga untuk saya. Kita mestinya tidak hanya fasih menasihati org lain tentang menghargai perasaan orang, empati, bersimpati, mendengar aktif, berkomunikasi yang efektif, peka, dsb..dsb..., tapi kita juga mestinya memiliki karakter2 tersebut dalam diri kita. Ada satu lagi ’petuah’ dari Prof. Pokaeo, kita mesti ”live life fully”. Aku tidak bisa menangkap maksud beliau tentang ungkapan ini dengan sempurna, tapi ungkapan ini mengingatkanku akan jargon sebuah iklan ”bikin hidup lebih hidup!” . Hidup itu ya dijalani sungguh2, jadikan ia bener2 hidup. Buat tujuan2 yg jelas, buat visi misi yang jelas, dan nikmatilah. Begitu kira2 interpretasiku akan ungkapan ini. Kalau salah ya mohon dikoreksi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selepas sesi 1, kami dipersilakan menikmati coffee break. Selain menikmati hidangan ringan dan secangkir kopi atau teh, kami gunakan kesempatan ini untuk berkenalan dengan peserta lain. Lumayan, jadi nambah link. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesi ke-2 aku tetap mengikuti yg student forum di sumatera room. Kali ini temanya “CROSS CULTURAL PSYCHOLOGY AS A BRIDGE TO UNDERSTAND OTHER BETTER”, dengan pembicara Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. Psychologist (UGM) dan Prof. Dr. Kusdwiratri Setiono, S. Psi (UNPAD). Sesuai temanya, kami pun banyak membicarakan ttg cross cultural psychology. Aku baru tau ternyata ada asosiasi psikologi lintas budaya di tingkatan internasional (International cross-cultural psychology assosiation) yang berkedudukan di Jerman. Dan ternyata ketuanya dari Indonesia, yaitu salah satu pembicara di sesi ini: Prof. Kusdwiratri. Sesi ini pun berlangsung dengan ’meriah’ penuh tawa karena kehadiran Prof. Kuntjoro yang gaya kocaknya sungguh ’menghibur’. Dengan bhs inggris yang medhok logat jawa, beliau menyampaikan materi diskusi tentang sumber2 konflik, peran perbedaan budaya sebagai sumber konflik, tentang pentingnya pemahaman antar sesama, tentang kemampuan2 apa yang mesti dimiliki oleh seorang psikolog, dan sekilas tentang psikologi dan bencana. Komplit tenan pokoke materi beliau ini :). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengeluarkan teorinya tentang SMEPPA sebagai skill yang mesti dimiliki oleh seorang psikolog. SMEPPA ini singkatan dari Senyum (smile), Mendengarkan (listen), Empati (empathy), Peka (sensitive), Peduli (care), Pandai (smart in choosing right words), and Aksi (action). Itulah gambaran psikolog yang ideal menurut pak Koen. Oke deh, sepakat pak...!! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Prof. Kusdwiratri di sini memaparkan tentang penelitian beliau yang berjudul ”MORALITY FROM THE VIEWPOINT OF JAVANESE TRADITION”. Aku rasa Anda sekalian sudah bisa membayangkan apa isi penelitian tsb, jadi tidak perlu kujelaskan panjang lebar. Intinya, beliau mencoba merumuskan konsep moralitas menurut budaya Jawa, di-compared dengan konsep moralitas ala barat (beliau ngambil teorinya Kohlberg). Penelitian ini merupakan salah satu model penelitian untuk membangun eastern psychology. Prof. Koes mengemukakan 3 langkah bagi kita untuk merumuskan konsep baru yang sesuai budaya kita, yaitu: 1. percayai dulu konsep barat ; 2. cari konsep local; 3. kombinasikan/tambahkan teori barat tsb dg konsep lokal. Kalau blm jelas, silakan tanyakan langsung pada Prof Kus ^_^. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selesai diskusi tsb, tiba saat yang dinantikan: lunch! :). Wajarlah, logika nggak bisa jalan tanpa logistik kan...(begitu kata seorang teman ku).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, aku ngikuti diskusi di java room, tema: ”SCCROSS THE BOUNDARIES TO EXPAND THE HORIZON, THE IMPORTANT OF NETWORKING IN DEVELOPPING BETTER OUTPUT OF RESEARCH”, dengan pembicara Dr. Allan Bernardo (filipina) dan Dr. Arifin Hj. Zaenal (UKM-malaysia). Beliau berdua banyak memaparkan tentang perkembangan psikologi di negara masing2. Aku tidak mengikuti sesi ini sampai akhir karena dikompori oleh temenku tuk pindah ke ruang lain. Kabarnya di sebelah ada diskusi yg lebih menarik. Kami pun pindah ke ruang sulawesi tuk ngikuti materinya Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen (Chairman of The Indonesian Clinical Psychology Association, dosen UNPAD) dan Prof. Dr. Andreas Budiarjo (ketua APIO-asosiasi psikologi industri dan organisasi- Indonesia). Cukup menarik diskusi di ruang ini. Ternyata banyak hal di lapangan yang bisa memperkaya teori kita. Maka penting bagi para akademisi untuk juga aktif di lapangan guna memperkaya wawasan. Di sini juga didiskusikan bagaimana masyarakat psikologi perlu memberi pemahaman pada masyarakat akan image-image ataupun paradigma yg salah tentang psikologi. Misalnya, anggapan bahwa mendatangi psikolog berarti dia gila atau mengalami gangguan jiwa, sehingga masyarakat enggan datang ke psikolog. Hal-hal yang begini perlu diluruskan. Memasyarakatkan di psikologi, itulah yg perlu kita lakukan, karena sebagian masyarakat kita belum mengetahui apa peran dan fungsi psikolog. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua sesi diskusi selesai. Coffee break sejenak sebelum ikut closing ceremony. Setelah semua berkumpul, ternyata memang tidak terlalu banyak peserta kongres ini. Aku tidak menghitungnya tentu saja. Tapi cukup banyak kursi-kursi yang kosong. Salah satunya mungkin karena sebagian peserta sudah pulang duluan. Setelah sambutan2 dari presiden HIMPSI dan IUPsyS, dilakukan penandatanganan deklarasi berdirinya ARUPS oleh perwakilan dari Indonesia, Philippine, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Diumumkan juga presiden terplih ARUPS untuk periode 2006-2008, yaitu……..Dr. Rahmat Islmail dari Indonesia. Belaiu berarti menjadi presiden pertama ARUPS. Presiden berikutnya adalah Dr. Allan B.I.Bernardo (filipina). Sebagai tuan rumah kongres ARUPS berikutnya dipercayakan pada Thailand. Insya Allah akan bertempat di Chulalangkorn University, Bangkok, Thai. Yang berminat hadir, silakan nabung dari sekarang :).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pengalamanku di kongres tsb. Ada semangat yang ingin kutularkan ke khususnya temen2 psikologi. Ayo kita semangat memperluas jaringan. Semakin banyak link, semakin besar kemungkinan kita menambah wawasan, makin semangat kita karena memiliki banyak teman2 ‘senasib seperjuangan’, dan makin terbuka pikiran kita. Openmind! Jangan berpikiran sempit. Dengan begini, kita yg masih mahasiswa tertutama, akan memiliki gambaran lebih jelas tentang masa depan kita, tentang apa yg akan kita lakukan sebagai org psikologi, dan tidak terjebak pada kebingungan dg diri sendiri dan membingungkan org lain :). Juga, banyaklah membaca, karena di luar sana perkembangan psikologi melaju cepat. Ga cukup kalau kita cuma mengandalkan input dari dosen dan buku2 di perpus kita yg terbatas itu. Ayo semangat untuk berkembang dan terbuka thd perkembangan dunia luar. Alangkah baiknya juga kalau dosen2 kita memiliki semangat untuk berkembang dan keterbukaan yg besar pula, sehingga materi di kelas tidak monoton dari tahun2 ke tahun, padahal sudah tidak up to date di masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;terakhir, semangat yuk bljr bhs inggris... :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT!! ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31838681-115978279043006441?l=isyqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/115978279043006441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31838681&amp;postID=115978279043006441&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115978279043006441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115978279043006441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/2006/10/1st-arups-congress-sebenernya-sudah.html' title=''/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681.post-115900851958522820</id><published>2006-09-23T03:44:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T02:38:41.960-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;RAMADHAN MENJELANG&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu menjelang&lt;br /&gt;Kau dengar gemanya?&lt;br /&gt;Merayap dalam gelombang semesta&lt;br /&gt;Merambat bersama kilau cahaya&lt;br /&gt;Terbang mengiringi angin&lt;br /&gt;Mengalir membaur air&lt;br /&gt;Merayap dalam partikel tanah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Hingga semesta ini menyaksikan&lt;br /&gt;Keagungan ramadhan&lt;br /&gt;Kesyahduan suasananya&lt;br /&gt;Kemegahan pesonanya&lt;br /&gt;Kedamaian di dalamnya, dan&lt;br /&gt;Kerinduan orang-orang beriman akan kedatangannya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita merindunya?&lt;br /&gt;Bersuka cita untuk kehadirannya?&lt;br /&gt;Berasik masyuk beribadah di dalamnya?&lt;br /&gt;Dan berduka karena perpisahan dengannya?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Duhai kekasih yang agung,&lt;br /&gt;marhaban...&lt;br /&gt;Besar nian anugerah pertemuan denganmu…&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;22 Septe 06&lt;br /&gt;Malam yang hening&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BUAT SEMUA TEMAN2KU...MOHON MAAF ATAS SEMUA KHILAF.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SEMOGA KITA BISA MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN IKHLAS...MENDAPAT AMPUNAN DARI ALLAH... DAN MENJADI PEMENANG DI HARI YANG FITRI...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31838681-115900851958522820?l=isyqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/115900851958522820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31838681&amp;postID=115900851958522820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115900851958522820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115900851958522820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/2006/09/ramadhan-menjelang-ramadhan-itu_23.html' title=''/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681.post-115426624629914722</id><published>2006-07-30T06:07:00.000-07:00</published><updated>2006-07-30T06:30:46.313-07:00</updated><title type='text'>Cinta Diri vs Cinta Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cinta diri adalah sifat fitrah manusia. Manusia mana sih di dunia ini yang tidak mencintai dirinya? Ga ada!. Contohnya nih, kita akan begitu mudah menerima suatu nasihat bijak manakala nasihat itu begitu sesuai dengan diri kita, dan juga manakala nasihat itu disampaikan dengan cara yang kita sukai. Makanya sering kita temui orang yang tidak mempan dinasihati karena cara penyampaian nasihat itu menyakitinya. Kita juga akan mudah mengingat kata-kata bijak manakala kata-kata itu pas dengan kondisi kita juga selera pribadi kita. Makanya ketika dua orang membaca buku yang sama, masing-masing berbeda dalam mengambil dan mengingat kata –kata yang berkesan di dalamnya. Makanya mungkin juga anda terkagum-kagum dan manggut-manggut baca tulisan saya ini (he..he..), sedangkan yang lain ada yang tersenyum sinis, karena anda senang tulisan saya sesuai dengan pendapat anda. Kita juga akan mudah dekat dengan orang yang punya banyak kesamaan sifat, selera, dan pemikiran dengan kita dari pada yang banyak berbeda sifat, selera, dan pemikiran dengan kita. Karenanya pula, banyak klub-klub dan perkumpulan dengan anggota yang sama hobinya, yang sama seleranya, yang sama minatnya, sama pemikirannya, atau sama fikrohnya. Kita juga akan mudah mencintai dan menyayangi orang yang sesuai dengan ’selera’ pribadi kita dan harapan kita. Makanya kita mencari pasangan hidup yang sesuai dan cocok dengan kriteria kita (pastilah ya...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Cinta diri ini juga bisa kita lihat pada sifat narsis dalam diri kita (populer banget kan kata narsis ini...padahal di psikologi narsis itu untuk istilah cinta diri yang sifatnya patologis alias termasuk golongan penyakit jiwa loh... ). Sering banget kan kita memuja dan memuji diri kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Cinta diri ini juga bisa dilihat pada kegigihan kita membela sesuatu yang kita cintai (entah itu keyakinan, manusia, atau benda), karena manakala kita kehilangan sesuatu yang kita cintai itu, kita akan menderita karenanya. Sebaliknya, kita juga akan mengingkari atau melawan sesuatu yang kita benci (entah itu keyakinan, manusia, atau benda ), karena manakala kita bersentuhan dengannya kita akan merasa terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kita, manusia, semuanya bermuara pada cinta diri, hatta cinta kita pada Allah. Kita mencintai Allah untuk keselamatan diri kita. Allah saja mengatakan bahwa Dia tidak diuntungkan dengan adanya ketaatan hamba-Nya, dan juga tidak dirugikan dengan kemungkaran hamba-Nya. Manakala manusia taat pada Allah, maka itu demi keselamatan diri manusia itu sendiri. Dan manakala manusia ingkar pada Allah, maka kerugian itu menjadi tanggungan manusia itu juga). Sehingga kata Allah pada manusia, “Cintai Aku lebih dari segalanya, maka kau akan selamat”. Nah, Allah saja menyuruh kita mencintai-Nya agar kita selamat. Itu kan berarti demi diri kita sendiri. Maka sebenarnya cinta dan keimanan kita pada Allah ujung-ujungnya kembali pada fitrah manusia, yaitu cinta diri. Tak heran kalau Allah menjanjikan pahala-pahala atas ketaatan kita. Tak heran kalau Allah memberi kita balasan berupa kenikmatan syurga untuk keimanan kita. Karena kita ini makhluk yang berpamrih. Kita ini makhluk yang membutuhkan balasan dan ganjaran. Kita ini makhluk yang cinta diri. Ya, Allah memberikan sifat cinta diri ini dalam diri kita. Itu fitrah yang dikaruniakan Allah untuk kita. Karena Allah yang memberikan fitrah itu, maka Allah tidak mau mendzolimi manusia dengan tidak ‘memberikan balasan apa-apa’ atas ketaatan kita. Cinta kita, para manusia, adalah cinta yang berpamrih. Hmm, cinta berpamrih? Nggak ikhlas dong!? Padahal kan kita mesti ikhlas dalam semua perbuatan kita? Lha, ‘tak berpamrih’ itu kan definisi terminologis kata ikhlas yang dibuat oleh sebagian orang, untuk memudahkan pembahasaannya saja. Dan tentunya, definisi ini bisa benar bisa juga keliru. Dan menurut saya, keliru kalau kita mendefinisikan ikhlas hanya dengan kalimat sederhana ‘melakukan sesuatu tanpa pamrih’. Kalau ditambahi dengan kalimat ‘…kecuali dengan mengharap ridho Allah semata’, baru saya sepakat. Nah, dari kalimat inipun nyatanya yang namanya ikhlas itu tetap berpamrih, yaitu adanya ridho Allah. Pamrih yang bikin kita nggak ikhlas adalah pamrih-pamrih yang bersifat duniawi: harta, pujian manusia, ketenaran, kedudukan, dll. Sedangkan pamrih yang bersifat ukhrowi, yaitu mengharap ridho Allah agar selamat di akhirat kelak, adalah pamrih yang termasuk dalam ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, cinta manusia itu berpamrih. Menurut saya berlebihan dan keliru ketika orang menyatakan ada cinta yang tanpa pamrih. Cinta yang tak menuntut balas. Cinta sejati katanya. It’s nonsense. Tidak ada cinta yang tanpa pamrih. Ketika seseorang tergila-gila dan cinta sampai mati (nggak hanya setengah mati) pada seseorang yang lain, sebenarnya ia berpamrih. Pamrih apa? Yaitu rasa bahagia yang dirasakannya. Kalau kita bawa konteks ini pada cinta untuk Tuhan, maka kita mencintai Tuhan juga dengan pamrih, yaitu keselamatan diri kita, kebahagiaan diri kita, ketenangan batin kita. Lalu, bagaimana dengan pernyataan para sufi yang mengklaim diri mereka mencintai Allah tanpa pamrih? bahkan dalam suatu kisah diceritakan bahwa suatu malam Rabi’ah al Adawiyah, seorang sufi wanita, membawa obor dan seember air. Ketika ditanya untuk apa, Rabi’ah menjawab ‘aku akan membakar syurga dan menyiram neraka, agar manusia mencintai Allah bukan lagi karena ada syurga dan neraka’. Well, itu pernyataan cinta yang sangat menyentuh. Tapi, menurutku, cinta tanpa pamrih ala sufi ini berlebihan. Toh Allah menyebutkan dalam firman-firman-Nya bahwa syurga dan neraka itu ada, bahkan kita wajib mengimaninya. Allah juga dengan jelas menjanjikan balasan syurga dan neraka untuk perbuatan manusia. Rasulullah juga menangis ketika menerima wahyu atau membacakan ayat-ayat yang menjelaskan tentang adzab bagi manusia yang ingkar, demikian juga para sahabat yang mendengarnya. Kita disuruh untuk takut (khouf) akan adzab yang menimpa kita kelak kalau kita ingkar pada Allah, agar kita berpikir seribu kali (bahkan jangan berpikir sama sekali) untuk mengingkari Allah. T.e t a p i, kita tetap harus menghargai para kaum sufi ini. Namanya juga cinta, sifatnya subyektif. Kalau para sufi merasa mencintai Allah tanpa pamrih apapun, ya kita hargai perasaan mereka itu. Namanya juga cinta, sering bikin si pecinta jadi ‘gila’. Makanya, tak heran jika banyak kita jumpai perilaku-perilaku ‘gila’ dan nyeleneh dari orang-orang yang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal cinta mencintai ini sangat erat kaitannya dengan hukum sebab akibat yang merupakan sunnatullah. Sebab kau cinta, maka akibatnya kau akan mendapatkan sesuatu. Sebab kau cinta, maka kau akan mendapat rasa bahagia. Sebab kau cinta aku, maka aku akan memberikan sesuatu yang membuatmu bahagia. maka tidak ada cinta yang tak berpamrih, karena hukum Allah (sunnatullah) yang mengikat alam semesta dan kita yang ada di dalamnya, yaitu hukum sebab akibat dan fitrah cinta diri dalam diri manusia. Sunnatullah ini menjadikan cinta tanpa pamrih tidak mungkin, karena manusai adalah makhluk yang punya kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T e t a p i, ada satu cinta yang tanpa pamrih, yang pantas disebut cinta sejati, yaitu: Cinta milik Allah. Karena Allah tidak terikat dengan hukum-hukum sebagaimana manusia terikat olehnya. Allah tidak membutuhkan balasan dari hamba-Nya. Allah tidak terkena hukum sebab akibat. Allah tidak membutuhkan sesuatu karena Allah memiliki segalanya. Ia memiliki segala sifat kemahaan. Maka hanya cinta kepunyaan-Nya lah yang tanpa pamrih. Hanya cinta-Nya lah yang pantas disebut cinta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ayo kita mencintai. Ayo kita buat diri kita pantas dicintai. Ayo kita raih cinta sejati dari Sang Pecinta Sejati: Allah azza wa jalla. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31838681-115426624629914722?l=isyqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/115426624629914722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31838681&amp;postID=115426624629914722&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115426624629914722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115426624629914722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/2006/07/cinta-diri-vs-cinta-sejati.html' title='Cinta Diri vs Cinta Sejati'/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31838681.post-115415816874244223</id><published>2006-07-29T00:25:00.000-07:00</published><updated>2006-07-29T00:29:28.750-07:00</updated><title type='text'>salam</title><content type='html'>my first posting.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nothing to say....just a wish that this blog will be one of my steps to be better...day by day...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31838681-115415816874244223?l=isyqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isyqi.blogspot.com/feeds/115415816874244223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31838681&amp;postID=115415816874244223&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115415816874244223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31838681/posts/default/115415816874244223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isyqi.blogspot.com/2006/07/salam.html' title='salam'/><author><name>aliya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07986840372371808958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
